KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH 1(KMB 1)
“ASKEP
PADA OTITIS MEDIA AKUT DAN OMSK”
DISUSUN
OLEH:
DAVID SAPUTRA
NIM: 14111904
STIKes
MERCUBAKTIJAYA PADANG
PROGRAM
STUDI D-III KEPERAWATAN
TA.2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penyusun ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
hidayahnya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Askep pada Otitis Media Akut dan OMSK” .
Makalah
ini disusun untuk memberikan informasi kepada para mahasiswa/i tentang “ Askep
pada Otitis Media Akut dan OMSK”, serta guna memenuhi tugas yang telah
diberikan kepada kami. Kami menyadari bahwa dalam Makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh
karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini sangat kami harapkan. Semoga makalah ini
berguna bagi kita semua.
Padang, 17 Maret, 2016
David saputra
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................1
DAFTAR
ISI..............................................................................................................2
BAB I
PENDAHULUAN...........................................................................................3
BAB II
TINJAUAN TEORITIS OTITIS MEDIA AKUT.....................................................4
1.Defenisi........................................................................................................4
2.Etiologi.........................................................................................................4
3.Patofisiologi.................................................................................................4
4.Manifestasi
Klinis........................................................................................5
5.Pemeriksaan
Diagnostik..............................................................................5
6.Penatalaksanaan
medis................................................................................5
7.Komplikasi..................................................................................................6
TINJAUAN
TEORITIS OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS(OMSK).............6
1.Defenisi........................................................................................................6
2.Etiologi.........................................................................................................6
3
WOC............................................................................................................8
4.Patofisiologi.................................................................................................7
5.Pemeriksaan
penunjang...............................................................................7
TINJAUAN
ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS OTITIS MEDIA AKUT......9
1.Pengkajian.....................................................................................................9
TINJAUAN
ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS OMSK...............................
1.Pengkajian....................................................................................................8
2.Diagnosa
Keperawatan.................................................................................8
3.Intervensi Keperawatan................................................................................8
4.Evaluasi........................................................................................................10
Asuhan
Keperawatan Berdasarkan Nanda NIC NOC................................................11
DAFTAR
PUSTAKA.................................................................................................13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Otitis media
adalah inflamasi pada bagian telinga tengah. Otitis media sebenarnya
adalahdiagnosa yang paling sering dijumpai pada anak - anak di
bawah usia 15 tahun. Ada 3 ( tiga) jenis otitis media yang paling umum
ditemukan di klinik, yaitu : Otitis Media Akut, OtitisMedia Serosa (Otitis
media dengan efusi), Otitis Media Kronik.
Penyebab utama otitis media akut adalah masuknya
bakteri patogenik ke dalam telingatengah yang normalnya adalah steril. Paling
sering terjadi bila terdapat disfungsi tubaeustachii seperti obstruksi yang
disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan atas, inflamasijaringan disekitarnya
atau reaksi alergik.
Otitis media perforata (OMP) atau otitis media
supuratif kronis (OMSK) adalah infeksi kronis ditelinga tengah dengan perforasi
membran timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengahterus menerus atau
hilang timbul, sekret mungkin encer atau kental, bening atau bernanah.(Kapita
selekta kedokteran, 1999)
Pada makalah
ini akan dijelaskan Otitis media akut dan OMSK serta bagaimana asuhan
keperawatan pada pasien dengan Otitis media akut dan OMSK.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS OTITIS MEDIA AKUT
1.Defenisi
Otitis
mediaakut (OMA)adalah peradangan akut sebagian atau seluruh periosteumtelinga
tengah (Kapita selekta kedokteran, 1999). Otitis media akut adalah keadaan
dimanaterdapatnya cairan di dalam telinga tengah dengan tanda dan gejala
infeksi.
Yang paling
sering terlihat ialah :
Ø
Otitis media viral akut
Ø
Otitis media bakterial akut
Ø
Otitis media nekrotik akut
2. Etiologi
Penyebab utama otitis media akut
adalah masuknya bakteri patogenik ke dalam telingatengah yang normalnya adalah
steril. Paling sering terjadi bila terdapat disfungsi tubaeustachii seperti
obstruksi yang disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan atas,
inflamasijaringan disekitarnya (eg : sinusitis, hipertrofi adenoid) atau reaksi
alergik ( eg : rhinitisalergika). Bakteri yang umum ditemukan adalah bakteri
piogenik seperti streptococcus
haemolyticus,
staphylococcus aureus, pneumococcus , haemophylus influenza, eschereciacoli,
streptococcus anhaemolyticus, proteus vulgaris, pseudomonas aerugenosa.
3.
Patofisiologi
Umumnya otitis media dari nasofaring
yang kemudian mengenai telinga tengah, kecualipada kasus yang relatif jarang,
yang mendapatkan infeksi bakteri yang membocorkanmembran timpani. Stadium awal
komplikasi ini dimulai dengan hiperemi dan edema padamukosa tuba eusthacius
bagian faring, yang kemudian lumennya dipersempit olehhiperplasi limfoid pada
submukosa.
Gangguan
ventilasi telinga tengah ini disertai oleh terkumpulnya cairan eksudat
dantransudat dalam telinga tengah, akibatnya telinga tengah menjadi sangat rentan
terhadapinfeksi bakteri yang datang langsung dari nasofaring. Selanjutnya
faktor ketahanan tubuhpejamu dan virulensi bakteri akan menentukan
progresivitas penyakit.
4. Manifestasi Klinis
Gejala
otitis media dapat bervariasi menurut beratnya infeksi dan bisa sangat ringan
dansementara atau sangat berat. Keadaan ini biasanya unilateral pada orang
dewasa.
Ø
Membrane tymphani merah, sering
menggelembung tanpa tonjolan tulang yang dapat dilihat, tidak bergerak
pada otoskopi pneumatic ( pemberian tekanan positif atau negativepada telinga
tengah dengan insulator balon yang dikaitkan ke otoskop ), dapat
mengalamiperforasi.
Ø
Otorrhea, bila terjadi rupture
membrane tymphani
Ø
Keluhan nyeri telinga ( otalgia )
Ø
Demam
Ø
Anoreksia
Ø
Limfadenopati servikal anterior
5. Pemeriksaan Diagnostik
Ø
Otoscope untuk melakukan auskultasi
pada bagian telinga luar
Ø
Timpanogram untuk mengukur keseuaian
dan kekakuan membrane timpani
Ø
Kultur dan uji sensitifitas ;
dilakukan bila dilakukan timpanosentesis (Aspirasi jarum daritelinga tengah
melalui membrane timpani).
6. Penatalaksanaan Medis
Hasil
penatalaksanaan otitis media bergantung pada efektifitas terapi ( e.g :
dosisantibiotika oral yang diresepkan dan durasi terapi ), virulensi bakteri,
dan status fisik klien.
Antibiotik
dapat digunakan untuk otitis media akut. Pilihan pertama adalah
Amoksisilin;pilihan kedua digunakan bila diperkirakan
organismenya resisten terhadap amoksisilin adalah
amoksisilin dengan klavulanat (Augmentin ; sefalosporin generasi kedua), atautrimetoprin
sulfametoksazol. Pada klien yang alergi penisilin, dapat diberikan
eritronmisindan sulfonamide atau trimetoprim sulfa.
7. Komplikasi
Ø
Jika gendang telinga telah pecah
lebih dari 2 minggu, risiko infeksi menjadi sangat umum.
Ø
Umumnya penanganan yang dilakukan
adalah mencuci telinga dan mengeringkannyaselama beberapa minggu hingga cairan
tidak lagi keluar.
Ø
Otitis media yang tidak diobati
dapat menyebar ke jaringan sekitar telinga tengah,termasuk otak. Namun
komplikasi ini umumnya jarang terjadi.
Ø
Salah satunya adalah mastoiditis
pada 1 dari 1000 anak dengan OMA yangtidak diobati.
Ø
Otitis media yang tidak diatasi juga
dapat menyebabkan kehilangan pendengaranpermanen.
Ø
Cairan di telinga tengah dan otitis
media kronik dapat mengurangi pendengaran anak serta menyebabkan masalah
dalam kemampuan bicara dan bahasa.
Ø
Otitis media dengan efusi
didiagnosis jika cairan bertahan dalam telinga tengah selama 3bulan atau lebih.
III.WOC
Organism / bakteri & jamur
telinga eksternal
pendengaran - > telinga
tengah(tuba eustachi)
infeksi sepanjang kulit kanal
proses produksi terhambat
gagguan komunikasi ->
bengkak, merah, panas sehingga menutup daerah kanal telinga
terbentuk furunkel yang menekan
kulit yang sensitive -> nyeri makin berat dan tidak ada ruang untuk furunkel
berkembang didaerah telinga tengah -> OM serosa memblok tuba
eustachi -> OM puruten terbentuk pus -> Tidak ada aliran udara ke telinga
tengah -> mengisi ruang / rongga telinga -> Karena ada
penekannan erat -> nyeri -> Eksudat seruosa meningkat -> reptur
membran tympani
V. Pemeriksaan Penunjang
Ø
Audiometrik untuk mengetahui tuli
konduktif
Ø
Otoskop untuk melihat perforasi
membran timpani
BAB
III
ASKEP
TEORITIS
I.
PENGKAJIAN
1) Identitas klien :
nama klien, no MR, alamat, agama, dan suku
- Riwayat
kesehatan dahulu
ada kebiasaan berenang, pernah menderita gangguan
pendengaran ,kebiasaan membersihkan telinga, keadaan lingkungan tenan, daerah
industri, daerah polusiRiwayat kesehatan sekarang
kaji keluhan kesehatan yang dirasakan pasien pada saat
di anamnesa, Seperti penjabaran dari riwayat adanya kelainan nyeri yang
dirasakan.
- Riwayat
kesehatan keluarga
Mengkaji ada atau tidak salah satu
keluarga yang mengalami penyakit yang sama. Ada atau tidaknya riwayat infeksi
saluran nafas atas yang berulang dan riwayat alergi pada keluarga.
3) Pemeriksaan fisik
- Keadaan
umum klien
- Kepala
Lakukan Inspeksi,palpasi,perkusi dan di daerah telinga,dengan
menggunakan senter ataupun alat-alat lain nya apakah ada cairan yang keluar
dari telinga,bagaimana warna, bau, dan jumlah.apakah ada tanda-tanda radang.
- Kaji
adanya nyeri pada telinga
- Leher,
Kaji adanya pembesaran kelenjar limfe di daerah leher
- Dada /
thorak
- Jantung
- Perut /
abdomen
- Genitourinaria
- Ekstremitas
- Sistem
integumen
- Sistem
neurologi
- Data
pola kebiasaan sehari-hari
- Nutrisi
Bagaimana pola makan dan minum klien pada saat sehat
dan sakit,apakah ada perbedaan konsumsi diit nya.
2. Eliminasi
Kaji miksi,dan defekasi klien
3. Aktivitas
sehari-hari dan perawatan diri
Biasanya klien dengan gangguan otitis media ini,agak
susah untk berkomunikasi dengan orang lain karena ada gangguan pada telinga nya
sehingga ia kurang mendengar/kurang nyambung tentang apa yang di bicarakan
orang lain.
4. Pemeriksaan
diagnostik
Tes Audiometri : AC menurun
X ray : terhadap kondisi patologi
Tes berbisik
Tes garpu tala
TINJAUAN ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS
OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS(OMSK)
1.Pengkajian
Ø
Kaji riwayat infeksi telinga dan
pengobatan
Ø
Kaji drainage telinga, keutuhan
membran timpani
Ø
Kaji penurunan / tuli pendengaran
Ø
Kaji daerah mastoid
2.Diagnosa Keperawatan
Ø
Nyeri berhubungan dengan proses
infeksi efek pembedahan.
Ø
Resiko penyebaran infeksi
berhubungen dengan komplikasi proses pembedahan / penyakit.
Ø
Gangguan persepsi sensori auditory
berhubungan dengan proses penyakit danefek pembedahan.
3.Intervensi
Keperawatan
1.Meningkatkan
kenyamanan1) Berikan tindakan untuk mengurangi nyeri
·
Beri analgetik
·
Lakukan kompres dingin pada area
·
Atur posisi nyaman
2)
Beri sedatif secara hati-hati agar dapat istirahat (kolaborasi)
Ø
Pencegahan penyebaran infeksi1)
Mengganti balutan pada daerah luka2) Observasi tanda-tanda vital3) Beri
antibiotik yang disarankan tim medis4) Awasi terjadinya infeksi
Ø
Monitor perubahan sensori1) Catat
status pendengaran2) Kaji pasien yang mengalami vertigo setelah operasi3) Awasi
keadaan yang dapat menyebabkan injury nervus facial
4.Evaluasi
Ø
Tak ada infeksi lokal atau CNS
Ø
Melaporkan bahwa nyeri berkurang
Ø
Dapat mendengar dengan jelas tanpa
atau menggunakan alat bantu penden
ASUHAN
KEPERAWATAN NANDA, NOC dan NIC
NANDA
|
NIC
|
NOC
|
Nyeri akut
Definisi : serangan mendadak atau perlahan dari
intensitas ringan sampai berat yang di antisipasi atau diprediksi durasi
nyeri kurang dari 6 bulan
Batasan karakteristik peningkatan tekanan intra
okuler (TIO)yang ditandai dengan mual dan muntah.
Adanya laporan nyeri secara verbal dan non verbal.
Nafsu makan menurun
Mual muntah
|
Tingkat kenyaman
Indikator :
Melaporkan kondisi fisik yang membaik
Melaporkan kondisi psikologis yang membaik
Mengekspresikan kegembiraan terhadap lingkungan
sekitar
Mengekspresikan kepuasan dengan control nyeri
Kontrol nyeri
Indikator :
Mengenal faktor penyebab
Mengenal serangan nyeri
Mengenal gejala nyeri
Melaporkan kontrol nyeri
Tingkat nyeri
Indikator :
Melaporkan nyeri
Frekuensi nyeri
Ekspresi wajah karena nyeri
Perubahan tanda-tanda vital
|
Manajemen nyeri
Aktivitas :
Kaji tipe intensitas,karakteristik dan lokasi nyeri
Kaji tingkat skala nyeri untuk menentukan dosis
analgesik
Anjurkan istirahat ditempat tidur dalam ruangan yang
tenang
Atur sikap fowler 30° atau dalam posisi nyaman.
Ajarkan klien teknik relaksasi dan nafas
dalamanjurkan klien menggunakan mekanisme koping yang baik disaat nyeri
terjadi
Hindari mual,muntah karena ini akan meningkatkan TIO
Alihkan perhatian pada hal yang menyenangkan
Hilangkan atau kurangi sumber nyeri
Pemberian analgesik
Berikan analgesik sesuai
|
Gangguan persepsi sensori-perseptual pendengaran
|
Kompensasi tingkah laku pendengaran
Indikator :
Pantau gejala kerusakan pendengaran
Menggunakan layananan pendukung untuk pendengaran
yang lemah
Menggunakan bahasa isarat
Membaca gerakan bibir
Memperoleh alat bantu pendengaran
|
Peningkatan komunikasi : Defisit pendengaran
Aktivitas :
Janjikan untuk mempermudah pemeriksaan pendengaran
sebagaimana mestinya
Memfasilitasi penggunaan alat bantu sewajarnya
Beri tahu pasien bahwa suara akan terdengar
berbeda dengan alat bantu
Periksa secara rutin batrai alat bantu
Mendengar dengan penuh perhatian
Menahan diri dari berteriak pada pasien yang
mengalami
|
DAFTAR PUSTAKA
Mansjoer
Arif dkk. 2000.Kapita Selekta Kedokteran Jilid I . MediaAesculapius
Fakultas Kedokteran Indonesia.Jakarta
. Efiaty Arsyad, S, Nurbaiti
Iskandar,Buku Ajar Ilmu Penyakit TelingaHidung Tenggoroka, Edisi III,
FKUI,1997.
Wong
Whaley,Clinical Manual of Pediatric Nursing , Mosby Year Book





MGM Resorts' casino, now officially on the ground, will be open to
BalasHapusMGM 동해 출장마사지 Resorts, 삼척 출장샵 the developer of 전주 출장샵 the first hotel-casino in Las Vegas, 영주 출장마사지 announced Tuesday 공주 출장안마 that it will be open to guests from