Sabtu, 19 Maret 2016

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH 1(KMB 1)
“ASKEP PADA OTITIS MEDIA AKUT DAN OMSK”





DISUSUN OLEH:
DAVID SAPUTRA
 NIM: 14111904





STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
TA.2014/2015






KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayahnya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Askep pada Otitis Media Akut dan OMSK” .

Makalah ini disusun untuk memberikan informasi kepada para mahasiswa/i tentang Askep pada Otitis Media Akut dan OMSK, serta guna memenuhi tugas yang telah diberikan kepada kami. Kami menyadari bahwa dalam Makalah  ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan makalah  ini sangat kami harapkan. Semoga makalah ini berguna bagi kita semua.




                                                                                                Padang, 17 Maret, 2016


  David saputra














DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................1
DAFTAR  ISI..............................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................3
BAB II
 TINJAUAN TEORITIS OTITIS MEDIA AKUT.....................................................4
            1.Defenisi........................................................................................................4
            2.Etiologi.........................................................................................................4
            3.Patofisiologi.................................................................................................4
            4.Manifestasi Klinis........................................................................................5
            5.Pemeriksaan Diagnostik..............................................................................5
            6.Penatalaksanaan medis................................................................................5
            7.Komplikasi..................................................................................................6
TINJAUAN TEORITIS OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS(OMSK).............6
            1.Defenisi........................................................................................................6
            2.Etiologi.........................................................................................................6
3 WOC............................................................................................................8
4.Patofisiologi.................................................................................................7
            5.Pemeriksaan penunjang...............................................................................7
           
TINJAUAN ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS OTITIS MEDIA AKUT......9
            1.Pengkajian.....................................................................................................9
TINJAUAN ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS OMSK...............................
            1.Pengkajian....................................................................................................8
            2.Diagnosa Keperawatan.................................................................................8
            3.Intervensi Keperawatan................................................................................8
            4.Evaluasi........................................................................................................10
Asuhan Keperawatan Berdasarkan Nanda NIC NOC................................................11
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................13
                       


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang

Otitis media adalah inflamasi pada bagian telinga tengah. Otitis media sebenarnya adalahdiagnosa yang paling sering dijumpai pada anak - anak di bawah usia 15 tahun. Ada 3 ( tiga) jenis otitis media yang paling umum ditemukan di klinik, yaitu : Otitis Media Akut, OtitisMedia Serosa (Otitis media dengan efusi), Otitis Media Kronik.

 Penyebab utama otitis media akut adalah masuknya bakteri patogenik ke dalam telingatengah yang normalnya adalah steril. Paling sering terjadi bila terdapat disfungsi tubaeustachii seperti obstruksi yang disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan atas, inflamasijaringan disekitarnya atau reaksi alergik.

Otitis media perforata (OMP) atau otitis media supuratif kronis (OMSK) adalah infeksi kronis ditelinga tengah dengan perforasi membran timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengahterus menerus atau hilang timbul, sekret mungkin encer atau kental, bening atau bernanah.(Kapita selekta kedokteran, 1999)

Pada makalah ini akan dijelaskan Otitis media akut dan OMSK serta bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan Otitis media akut dan OMSK.













       BAB II

TINJAUAN TEORITIS OTITIS MEDIA AKUT

1.Defenisi
 Otitis mediaakut (OMA)adalah peradangan akut sebagian atau seluruh periosteumtelinga tengah (Kapita selekta kedokteran, 1999). Otitis media akut adalah keadaan dimanaterdapatnya cairan di dalam telinga tengah dengan tanda dan gejala infeksi.

Yang paling sering terlihat ialah :
Ø  Otitis media viral akut 
Ø  Otitis media bakterial akut 
Ø  Otitis media nekrotik akut 

2. Etiologi
            Penyebab utama otitis media akut adalah masuknya bakteri patogenik ke dalam telingatengah yang normalnya adalah steril. Paling sering terjadi bila terdapat disfungsi tubaeustachii seperti obstruksi yang disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan atas, inflamasijaringan disekitarnya (eg : sinusitis, hipertrofi adenoid) atau reaksi alergik ( eg : rhinitisalergika). Bakteri yang umum ditemukan adalah bakteri piogenik seperti streptococcus
haemolyticus, staphylococcus aureus, pneumococcus , haemophylus influenza, eschereciacoli, streptococcus anhaemolyticus, proteus vulgaris, pseudomonas aerugenosa.

3. Patofisiologi
            Umumnya otitis media dari nasofaring yang kemudian mengenai telinga tengah, kecualipada kasus yang relatif jarang, yang mendapatkan infeksi bakteri yang membocorkanmembran timpani. Stadium awal komplikasi ini dimulai dengan hiperemi dan edema padamukosa tuba eusthacius bagian faring, yang kemudian lumennya dipersempit olehhiperplasi limfoid pada submukosa.

Gangguan ventilasi telinga tengah ini disertai oleh terkumpulnya cairan eksudat dantransudat dalam telinga tengah, akibatnya telinga tengah menjadi sangat rentan terhadapinfeksi bakteri yang datang langsung dari nasofaring. Selanjutnya faktor ketahanan tubuhpejamu dan virulensi bakteri akan menentukan progresivitas penyakit.

4. Manifestasi Klinis
    Gejala otitis media dapat bervariasi menurut beratnya infeksi dan bisa sangat ringan dansementara atau sangat berat. Keadaan ini biasanya unilateral pada orang dewasa.

Ø  Membrane tymphani merah, sering menggelembung tanpa tonjolan tulang yang dapat dilihat, tidak bergerak pada otoskopi pneumatic ( pemberian tekanan positif atau negativepada telinga tengah dengan insulator balon yang dikaitkan ke otoskop ), dapat mengalamiperforasi.
Ø  Otorrhea, bila terjadi rupture membrane tymphani
Ø  Keluhan nyeri telinga ( otalgia )
Ø  Demam
Ø  Anoreksia
Ø  Limfadenopati servikal anterior

5. Pemeriksaan Diagnostik 
Ø  Otoscope untuk melakukan auskultasi pada bagian telinga luar
Ø  Timpanogram untuk mengukur keseuaian dan kekakuan membrane timpani
Ø  Kultur dan uji sensitifitas ; dilakukan bila dilakukan timpanosentesis (Aspirasi jarum daritelinga tengah melalui membrane timpani).

6. Penatalaksanaan Medis
     Hasil penatalaksanaan otitis media bergantung pada efektifitas terapi ( e.g : dosisantibiotika oral yang diresepkan dan durasi terapi ), virulensi bakteri, dan status fisik klien.

Antibiotik dapat digunakan untuk otitis media akut. Pilihan pertama adalah Amoksisilin;pilihan kedua digunakan bila diperkirakan organismenya resisten terhadap amoksisilin adalah amoksisilin dengan klavulanat (Augmentin ; sefalosporin generasi kedua), atautrimetoprin sulfametoksazol. Pada klien yang alergi penisilin, dapat diberikan eritronmisindan sulfonamide atau trimetoprim sulfa.



7. Komplikasi
Ø  Jika gendang telinga telah pecah lebih dari 2 minggu, risiko infeksi menjadi sangat umum.
Ø  Umumnya penanganan yang dilakukan adalah mencuci telinga dan mengeringkannyaselama beberapa minggu hingga cairan tidak lagi keluar.
Ø  Otitis media yang tidak diobati dapat menyebar ke jaringan sekitar telinga tengah,termasuk otak. Namun komplikasi ini umumnya jarang terjadi.
Ø  Salah satunya adalah mastoiditis pada 1 dari 1000 anak dengan OMA yangtidak diobati.
Ø  Otitis media yang tidak diatasi juga dapat menyebabkan kehilangan pendengaranpermanen.
Ø  Cairan di telinga tengah dan otitis media kronik dapat mengurangi pendengaran anak serta menyebabkan masalah dalam kemampuan bicara dan bahasa.
Ø  Otitis media dengan efusi didiagnosis jika cairan bertahan dalam telinga tengah selama 3bulan atau lebih.

   III.WOC
Organism / bakteri & jamur
 telinga eksternal
pendengaran  - > telinga tengah(tuba eustachi)
infeksi sepanjang kulit kanal
proses produksi terhambat
gagguan komunikasi ->  bengkak, merah, panas sehingga menutup daerah kanal telinga
terbentuk furunkel yang menekan kulit yang sensitive -> nyeri makin berat dan tidak ada ruang untuk furunkel berkembang didaerah telinga tengah -> OM serosa memblok tuba eustachi  -> OM puruten terbentuk pus  -> Tidak ada aliran udara ke telinga tengah ->  mengisi ruang / rongga telinga -> Karena ada penekannan erat -> nyeri -> Eksudat seruosa meningkat -> reptur membran tympani

V. Pemeriksaan Penunjang

Ø  Audiometrik untuk mengetahui tuli konduktif 
Ø  Foto rontgent untuk mengetahui patologi mastoid


Ø  Otoskop untuk melihat perforasi membran timpani
















BAB III
ASKEP TEORITIS

I.       PENGKAJIAN
1)      Identitas klien : nama klien, no MR, alamat, agama, dan suku
2)      Riwayat kesehatan

  • Riwayat kesehatan dahulu
ada kebiasaan berenang, pernah menderita gangguan pendengaran ,kebiasaan membersihkan telinga, keadaan lingkungan tenan, daerah industri, daerah polusiRiwayat kesehatan sekarang
kaji keluhan kesehatan yang dirasakan pasien pada saat di anamnesa, Seperti penjabaran dari riwayat adanya kelainan nyeri yang dirasakan.
  • Riwayat kesehatan keluarga
Mengkaji ada atau tidak salah satu keluarga yang mengalami penyakit yang sama. Ada atau tidaknya riwayat infeksi saluran nafas atas yang berulang dan riwayat alergi pada keluarga.
3)      Pemeriksaan fisik
  1. Keadaan umum klien
  • Kepala
Lakukan Inspeksi,palpasi,perkusi dan  di daerah telinga,dengan menggunakan senter ataupun alat-alat lain nya apakah ada cairan yang keluar dari telinga,bagaimana warna, bau, dan jumlah.apakah ada tanda-tanda radang.
  • Kaji adanya nyeri pada telinga
  • Leher, Kaji adanya pembesaran kelenjar limfe di daerah leher
  • Dada / thorak
  • Jantung
  • Perut / abdomen
  • Genitourinaria
  • Ekstremitas
  • Sistem integumen
  • Sistem neurologi
  • Data pola kebiasaan sehari-hari
  1. Nutrisi
           Bagaimana pola makan dan minum klien pada saat sehat dan sakit,apakah ada perbedaan konsumsi diit nya.
2.       Eliminasi
             Kaji miksi,dan defekasi klien
3.      Aktivitas sehari-hari dan perawatan diri
            Biasanya klien dengan gangguan otitis media ini,agak susah untk berkomunikasi dengan orang lain karena ada gangguan pada telinga nya sehingga ia kurang mendengar/kurang nyambung tentang apa yang di bicarakan orang lain.
4.      Pemeriksaan diagnostik
Tes Audiometri : AC menurun
X ray : terhadap kondisi patologi
Tes berbisik
Tes garpu tala



TINJAUAN ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS
OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS(OMSK)

1.Pengkajian
Ø  Kaji riwayat infeksi telinga dan pengobatan
Ø  Kaji drainage telinga, keutuhan membran timpani
Ø  Kaji penurunan / tuli pendengaran
Ø  Kaji daerah mastoid
2.Diagnosa Keperawatan
Ø  Nyeri berhubungan dengan proses infeksi efek pembedahan.
Ø  Resiko penyebaran infeksi berhubungen dengan komplikasi proses pembedahan / penyakit.
Ø  Gangguan persepsi sensori auditory berhubungan dengan proses penyakit danefek pembedahan.

3.Intervensi Keperawatan
1.Meningkatkan kenyamanan1) Berikan tindakan untuk mengurangi nyeri
·         Beri analgetik 
·         Lakukan kompres dingin pada area
·         Atur posisi nyaman
  2) Beri sedatif secara hati-hati agar dapat istirahat (kolaborasi)
Ø  Pencegahan penyebaran infeksi1) Mengganti balutan pada daerah luka2) Observasi tanda-tanda vital3) Beri antibiotik yang disarankan tim medis4) Awasi terjadinya infeksi
Ø  Monitor perubahan sensori1) Catat status pendengaran2) Kaji pasien yang mengalami vertigo setelah operasi3) Awasi keadaan yang dapat menyebabkan injury nervus facial
4.Evaluasi
Ø  Tak ada infeksi lokal atau CNS
Ø  Melaporkan bahwa nyeri berkurang
Ø  Dapat mendengar dengan jelas tanpa atau menggunakan alat bantu penden



ASUHAN KEPERAWATAN  NANDA, NOC dan NIC

NANDA
NIC
NOC
Nyeri akut
Definisi : serangan mendadak atau perlahan dari intensitas ringan sampai berat yang di antisipasi atau diprediksi durasi nyeri kurang dari 6 bulan
Batasan karakteristik peningkatan tekanan intra okuler (TIO)yang ditandai dengan mual dan muntah.
Adanya laporan nyeri secara verbal dan non verbal.
Nafsu makan menurun
Mual muntah
Tingkat kenyaman
Indikator :
Melaporkan kondisi fisik yang membaik
Melaporkan kondisi psikologis yang membaik
Mengekspresikan kegembiraan terhadap lingkungan sekitar
Mengekspresikan kepuasan dengan control nyeri
Kontrol nyeri
Indikator :
Mengenal faktor penyebab
Mengenal serangan nyeri
Mengenal gejala nyeri
Melaporkan kontrol nyeri
Tingkat nyeri
Indikator :
Melaporkan nyeri
Frekuensi nyeri
Ekspresi wajah karena nyeri
Perubahan tanda-tanda vital
Manajemen nyeri
Aktivitas :
Kaji tipe intensitas,karakteristik dan lokasi nyeri
Kaji tingkat skala nyeri untuk menentukan dosis analgesik
Anjurkan istirahat ditempat tidur dalam ruangan yang tenang
Atur sikap fowler 30° atau dalam posisi nyaman.
Ajarkan klien teknik relaksasi dan nafas dalamanjurkan klien menggunakan mekanisme koping yang baik disaat nyeri terjadi
Hindari mual,muntah karena ini akan meningkatkan TIO
Alihkan perhatian pada hal yang menyenangkan
Hilangkan atau kurangi sumber nyeri
Pemberian analgesik
Berikan analgesik sesuai
Gangguan persepsi sensori-perseptual pendengaran
Kompensasi tingkah laku pendengaran
Indikator :
Pantau gejala kerusakan pendengaran
Menggunakan layananan pendukung untuk pendengaran yang lemah
Menggunakan bahasa isarat
Membaca gerakan bibir
Memperoleh alat bantu pendengaran


Peningkatan komunikasi : Defisit pendengaran
Aktivitas :
Janjikan untuk mempermudah pemeriksaan pendengaran sebagaimana mestinya
Memfasilitasi penggunaan alat bantu sewajarnya
Beri tahu pasien bahwa suara akan terdengar berbeda dengan alat bantu
Periksa secara rutin batrai alat bantu
Mendengar dengan penuh perhatian
Menahan diri dari berteriak pada pasien yang mengalami







DAFTAR PUSTAKA

     Mansjoer Arif dkk. 2000.Kapita Selekta Kedokteran Jilid I . MediaAesculapius Fakultas Kedokteran Indonesia.Jakarta
.    Efiaty Arsyad, S, Nurbaiti Iskandar,Buku Ajar Ilmu Penyakit TelingaHidung Tenggoroka, Edisi III, FKUI,1997.
    Wong Whaley,Clinical Manual of Pediatric Nursing , Mosby Year Book

1 komentar:

  1. MGM Resorts' casino, now officially on the ground, will be open to
    MGM 동해 출장마사지 Resorts, 삼척 출장샵 the developer of 전주 출장샵 the first hotel-casino in Las Vegas, 영주 출장마사지 announced Tuesday 공주 출장안마 that it will be open to guests from

    BalasHapus